April 19, 2021

ACEHNATIONSLPOST

Portal Berita Aceh

Ramalan Bill Gates, dunia akan kembali normal pada akhir 2022 berkat vaksin


ILUSTRASI. Bill Gates, pendiri raksasa teknologi Microsoft

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

ACEHNATIONALPOST – WARSAW. Dalam wawancara untuk surat kabar Polandia Gazeta Wyborcza dan penyiar televisi TVN24, miliarder Bill Gates mengatakan, dunia akan kembali normal pada akhir 2022 berkat vaksin Covid-19.

“Ini adalah tragedi yang luar biasa,” kata salah satu pendiri Microsoft tentang pandemi tersebut. Dia menambahkan bahwa satu-satunya kabar baik adalah akses terhadap vaksin.

“Pada akhir 2022 pada dasarnya kita baru benar-benar bisa kembali normal,” kata Gates seperti yang dilansir Reuters.

Gates, seorang miliarder kenamaan, melalui filantropis Bill dan Melinda Gates Foundation berkomitmen menggelontorkan setidaknya US$ 1,75 miliar untuk tanggapan global terhadap pandemi Covid-19. Itu termasuk dukungan untuk beberapa produsen vaksin, diagnostik, dan perawatan potensial.

Baca Juga: Cara Bill Gates dan Warren Buffett tetap optimistis ketika segalanya tampak buruk

“Apakah (dunia) akan menjadi lebih baik untuk semua orang, itu bergantung pada tindakan para pemimpin dunia dan komitmen mereka untuk memberikan tes, perawatan, dan vaksin kepada orang-orang yang membutuhkannya,” ungkap Melinda Gates, Ketua Gates Foundation, Desember 2020 lalu.

Melinda menambahkan, kontribusi yayasannya kali ini juga akan mempermudah akses menuju pengujian dan vaksin corona di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Baca Juga: Bill Gates dan Melinda Gates beri bocoran resep rahasia pernikahan awet

“Kami memiliki obat baru dan lebih banyak vaksin potensial daripada yang bisa kami harapkan di awal tahun. Tapi, inovasi ini hanya akan menyelamatkan nyawa jika ditunjukkan ke dunia,” kata Bill Gates.

Sementara itu, fasilitas COVAX, yang didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI), bertujuan untuk mengamankan 2 miliar dosis vaksin untuk negara-negara berpenghasilan rendah pada akhir tahun 2021.

 

 






Source link